Rabu, 16 Desember 2020

5 Kesalahan Packing Oleh Jasa Kirim Barang, Jangan Diremehkan!

Pernahkah Anda mendapati paket dengan kondisi rusak atau wadah yang penyok?

Selain proses pengiriman, proses packing atau pengemasan juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh pengirim atau pihak jasa kirim barang. Saat pengemasan, setiap barang tidak bisa ditangani dengan cara yang sama karena menyesuaikan produk atau barang yang akan dikemas.


Kesalahan Packing Oleh Jasa Kirim

Nah, berikut ada beberapa kesalahan saat packing yang kadang diabaikan oleh  pihak ekspedisi:

1.     Kotak atau Wadah Terlalu Besar

Kardus atau kotak sebenarnya berfungsi untuk menahan tekanan dari luar, kekuatan kotak itu sendiri tergantung dari bahan dan ketebalannya. Semakin tebal dan semakin bagus bahannya, tentu akan semakin kuat daya tahannya.

 

Namun perlu diperhatikan, janganlah menggunakan kardus atau kotak yang terlalu besar dari isi atau barang di dalamnya. Kotak yang terlalu besar akan menyisakan banyak ruang sehingga menyebabkan kerusakan barang semakin tinggi karena tidak bisa menahan barang dari goncangan dan benturan.

 

Nah, jika pihak jasa kirim barang terpaksa menggunakan kotak yang terlalu besar, pastikan di dalamnya ditambah dengan koran bekas, styrofoam, bubble wrap, maupun lapisan pelindung lainnya untuk mengisi kekosongan ruang di dalam kotak.

 

2.     Tidak Dilapisi Pelindung Tambahan

Selain memenuhi ruang dalam kotak untuk mencegah guncangan dan tekanan dari luar, saat pengemasan juga membutuhkan lapisan pelindung pada setiap barang. Kelompokkan barang-barang sesuai jenisnya untuk membedakan pengemasannya.

 

Jika Anda tidak bisa mengemasnya, mintalah pihak jasa kirim barang untuk mengemasnya. Mintalah tambahan pelindung seperti bubble wrap untuk barang pecah belah, atau plastik yang tertutup rapat untuk dokumen dan barang lain yang tidak boleh terkena air. Gunakan juga styrofoam untuk packing barang-barang elektronik seperti kulkas, TV, mesin cuci, dan lain-lain.

3.     Tidak Menutup Wadah dengan Benar

Seaman apapun packing Anda jika saat menutup kotak tidak rapat, tentu akan mengakibatkan barang tidak aman. Pastikan Anda menutup dan merekatkan kotak secara baik. Gunakan lakban, lem perekat, atau tali untuk mencegah kotak rusak dan terbuka.

4.     Kardus atau Wadah Tipis

Sesuaikan tebal kardus atau kotak dengan berat barang yang Anda kemas. Jika Anda tidak memiliki kotak yang kuat, jangan asal membungkusnya dengan kotak yang tipis dan mudah rusak. Mintalah pihak jasa kirim barang untuk mengemas ulang barang Anda dengan kotak yang lebih kuat.

 

Apalagi jika barang di dalamnya adalah barang yang mudah pecah atau rusak. Lebih baik gunakan kayu yang kuat daripada kardus tipis. Kotak yang tipis dengan beban yang berat tidak akan mampu menahan tekanan dari luar. Namun jika terpaksa menggunakan kotak tipis, jangan lupa pertebal lapisan pelindungnya.

5.     Tidak Memberi Tanda Fragile

“Tangani dengan hati-hati”

Berilah tanda tersebut atau “Fragile” pada luar kotak. Dengan memberikan tanda tersebut, Anda sudah memberitahu secara tidak langsung kepada kurir yang membawanya agar lebih hati-hati dalam peletakkan barang ke dalam kendaraan, selama perjalanan, dan saat menyerahkan kepada penerima.

Atau Anda juga bisa memberi tanda lain sesuai jenis barang yang Anda bawa. Seperti hati-hati mudah terbakar, tidak boleh ditumpuk melebihi 4 tumpuk, mudah pecah, dan tanda peringatan lainnya.

Pengemasan barang untuk pengiriman dalam jumlah banyak juga tidak bisa disepelekan. Begitu juga dengan paket barang berupa bubuk, cairan, atau barang  yang mudah terbakar. Oleh karena  itu, jika Anda tidak begitu menguasai teknik packing, lebih baik serahkan saja pada pihak jasa kirim barang. Segera komunikasikan juga terhadap agen tersebut jika barang yang Anda kirim membutuhkan perhatian ekstra.

0 komentar:

Posting Komentar